Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji tampaknya sering kawin cerai. Kiai Puji tiga kali kawin cerai sebelum menikahi Umi Hani dan Lutfiana Ulfa.
Yang pertama Kiai Puji cerai dengan Miftahul Khusna pada 13 Januari 1998 . Kemudian 16 Nopember 1998 Syekh Puji juga cerai dengan Wasiatun Khasanah. Wasiatun akhirnya menikah lagi dan tinggal di Kendal.
Ayah Wasiatun Mulyono menyatakan, “Jangan ya. Saya tidak mau komentar apapun.
Tetangga Mulyono yang seorang perempuan mengatakan, “Wasiatun sudah tidak tinggal bersama ayah ibunya sejak bercerai dengan Syekh Puji. “Dia tak sempat kumpul dengan Pak Pujiono ” .
Sebelum menikah dan cerai dengan Miftahul Khusna dan Wasiatun, Syekh Puji juga diketahui menikah dengan Sudaryati asal Temanggung. Pernikahan itu hanya bertahan dalam hitungan bulan.
Sponsor :
Anda ingin kaya sekaligus bermanfaat bagi orang banyak? Yuk bisnis bersama
.
Oktober 28, 2008 pukul 5:32 pm
syekh puji,…berhasil banget jadi orang terkenal,…. selamat yah,…..buat syekh puji,….. tapi cara cari sensainya norak, kampungan,… kenapa syekh puji,nggak coba kawin sama monyet kalo nggak sama, singa kan sangar tuh, bawa tuh singa ke KUA,…. sama induk2nya,…. syekh puji mirip gigolo,… masih punya hati nurani para pelacur, germo ato pun gigolo, dari pada syekh puji,… nggak punya parasaan, anak kecil di kawinin,…!!! bego banget yah,…. gak da cewek yang mau ma dia pa gimana?penjara aja tuh orang kaya dia,bilangin ni negara hukum bukan di arab saudi,…. sok alim,.,… sok pinter,….
Oktober 29, 2008 pukul 9:53 am
weleh weleh… manusia semakin aneh-aneh saja.
Oktober 29, 2008 pukul 10:14 am
Weleh2, koq ada orang kaya gitu. Itu hobby, bakat, kelainan atau ketiga-tiganya, bertaubat jangan pakai kedok agama, orang seperti itu melebihi syetan. Bagaimana perasaan pujiano jika nanti kelak anaknya juga digitukan ? apa dia ya rela… Weleh2 wong gendhen banget…
Oktober 29, 2008 pukul 5:46 pm
Memang gak mudah.. beda usia yang terlalu jauh itu… terlalu banyak perbedaannya… karena itu.. sebetulnya Islam mengajarkan.. untuk berusaha tidak banyak perbedaan diantara 2 orang yang menikah… dengan tidak memandang suku, kekayaan, kecantikan sebagai parameter memilih jodoh, kecuali satu keimanan.
Sedangkan kyai puji.. memasukkan parameter itu semua.. kecantikan (identik juga dengan kemudaan), kekayaan (yah.. kan kyai orang kaya.. milyader lagiii), suku.. (dapat diartikan cara hidupnya.. yang satu hidup didunia kanak-kanak.. yang satu hidup didunia dewasa) sedang keimanan….parameter yang satu ini agak susah ngukurnya…
Jadi.. pantaslah… kalau sang Kyai.. rada susah.. “awet kawin”…
Oktober 29, 2008 pukul 6:36 pm
Kacian deh loe! Sheh Puji yang nikmatin, loe yang sewot, biarin ajha…mumpung ada doku, he he he
Oktober 30, 2008 pukul 2:02 am
dasar syekh puji…………. ceritanya mo menjalankan sunah rassul memiliki istrilebih dari satu
tapi klo mang niatnyamo nolong mendingan kawin samanenek-nenek aja yang udah berpengalamanjangansama anak kecil yang belum bisa apa-apa………..
gila apa ya… bapanya ulfa mo kasih anaknya ke mulut buaya………….
ih…atut………………
Oktober 30, 2008 pukul 2:25 am
Mantap…..
Oktober 31, 2008 pukul 8:04 am
jangan mencela orang dulu brooo…. ga baik wailul likulli huma jatillumajah
celakalah bagi para pengumpat dan pemfitnah
Oktober 31, 2008 pukul 8:42 am
Pertanyaan saya: Apakah dari berkali-kali kawin-cerai itu Sang Kyai punya anak?
Jika tidak jangan-jangan Pak Kyai…………., selanjutnya terserah anda
November 1, 2008 pukul 10:03 am
namanya juga miliarder kan terserah dong
November 4, 2008 pukul 6:04 am
secara seh puji tuh seneng yg kecil, punya dia ka keci jadi maklum aja kalo cerai, tanya aja dgn suami mantannya syeh piji, dapatin virgin nggak kalo dapat, emang betul begitu adanya
November 6, 2008 pukul 3:32 am
Sensitifitas modern kadang merasa risih dengan hal ini. Namun demikian pernikahan anak usia dini adalah lebih baik ketimbang merebaknya pergaulan bebas yang membuat anak usia tersebut sudah tidak ada yang perawan, walaupun secara resmi mereka menikah pada usia 28 ke atas. Perbandingannya jika ada komunitas (manapun) yang mengawinkan putrinya pada usia dini di Amerika anak usia yang sama sudah tidak perawan lagi. Perbedaan dalam agama, yang satu formal, yang satu lagi zina. Perzinaan sejak dini akan dibawa hingga masa perkawinan, maka akibatnya penyelewengan suami atau istri adalah hal biasa, dan ajaran Yesus yang tidak mengizinkan perceraian menjadi lelucon belaka.
97,05% Mahasiswi di yogyakarta sudah tidak perawan. Sedangkan di Bandung didapat 80% didapat Mahasiswi tidak perawan, klo di Surabaya..? Hasil penelusuran TEENAGE, di SMA/SMK Surabaya kedapetan 44,54% cew dah gak virgin. BKKBN 2008
http://www.wonosalam.co.cc/
November 7, 2008 pukul 4:57 pm
coba semisal Lutfiana Ulfa ketemu aku dulu sebelum ketemu Syeikh Puji, pasti Ulfa ntr gak mau nikah sma asyeikh Puji setelah melihatku, hehee.. piss men
November 8, 2008 pukul 12:12 pm
syekh gemblung…
November 8, 2008 pukul 7:26 pm
no komen !!!!
November 10, 2008 pukul 12:27 pm
Ji, puji.
kenapa nggak ngawinin janda2 tua yg miskin. Hadist koq dipilih2 yg enaknya doang.
by the way, tuh si amrozi dkk barusan mati, jandanya banyak, diembat sekalian.
November 13, 2008 pukul 3:32 pm
setan puji, kalo kau punya penyakit pedofelia jangan menutupinya dengan mencari alasan dari sudut pandang agama. kamu itu mencemarkan agama islam itu. dasar setan kau
November 13, 2008 pukul 3:35 pm
eh tukang sapu masjid kau mungkin salah satu pengikut setan puji
November 14, 2008 pukul 4:05 am
tukangsapumasjid Berkata:
Nopember 1, 2008 pukul 10:03 am
namanya juga miliarder kan terserah dong
Setujuuuu…
kalo gw Milyarder…behhhh kawinin yang cantik2 trusss, biar yang miskin2 dapat yg jele2 aja.
M A N T A P BRO
November 25, 2008 pukul 4:32 am
hey,kakek…np ko’ cri ank yg remaja…sekalian aj cri ank balita aj…!!
Desember 5, 2008 pukul 3:57 am
Money talks…
Lagian anak kecilnya, orang tua dari anak kecilnya asik-asik aja tuh dengan peristiwa pernikahan itu..
Makanya jadi milyarder..
Ndak bisa dihukum karena kawin siri..
Bwahahahahahahah…
Btw,
ngomong-ngomong,
yang mengutuk syekh puji menikahi anak itu,
sanggup nggak untuk menyediakan apa-apa yang bisa disediakan syekh puji buat anak itu (materi paling tidak),
kalo nggak, berarti omong doank, donk?