Menurut Syekh Puji, dirinya memang suka dengan wanita yang masih kecil supaya ia bisa dengan mudah mendidik pasangannya agar menjadi orang hebat. Menurut kiai, ketiga istri ciliknya tersebut bakal diminta mengurus sejumlah perusahaannya.
Saat ditanya apakah bocah-bocah di bawah umur itu bersedia ia nikahi, Syekh Puji menjawab sambil terkekeh, “Wong mereka sudah menyatakan cintanya pada saya. (Ulfa bilang) Aku cinta Syekh Puji.”
Ketika dikatakan bahwa pernikahannya dengan gadis cilik itu menimbulkan pro-kontra di masyarakat, Syekh Puji beralasan pernikahan tersebut ia lakukan berdasarkan ajaran agama. “Saya punya dasar agama juga. Nggak ngawur,” katanya. Syekh Puji mengatakan, dia mengikuti Rasulullah SAW yang menikahi Aisyah, gadis berumur 7 tahun. Namun Rasulullah tidak bercampur dengan Aisyah hingga si gadis akil baliq. Syekh Puji pun tidak akan bercampur dengan istri-istri ciliknya sebelum mereka akil baliq.
“Saya sesuai ajaran kanjeng nabi. Kalau menikah dengan yang umurnya 7 tahun boleh saja. Kalau urusan campur, itu baru dilakukan setelah dia mens,” ujarnya. Menurut Syekh, Lutfiana Ulfa sudah akil baliq atau dengan kata lain sudah haid. S
Oktober 28, 2008 pukul 8:43 am
YANG SUDAH TERJADI BIARLAH BERLALU. yang belum terjadi marilah kita mengikuti jejaknya.
Oktober 29, 2008 pukul 1:04 am
ehm, seperti yg saya duga sebelumnya..
syeh ga akan “mencampuri” istri ciliknya itu sebelum akil baliq..
lanjutkan syekh!!
Oktober 29, 2008 pukul 1:23 am
Itu cuma cari sensasi saja. Gak perlu dibahas, apalagi sampai diposting di blog. Msh banyak masalah lain yg perlu dipikir.
Oktober 29, 2008 pukul 6:15 am
there are many ayahs in al quran for aisyah and rosulullah. aisyah was been and lived to collect, distribute and give information about faith and religion to all ummah and human being in this world. how about us? …….
Oktober 29, 2008 pukul 6:45 am
Yah begitulah jika agama yang kabur…
Oktober 29, 2008 pukul 7:21 am
ngomong apa ya
Oktober 29, 2008 pukul 7:32 am
Kenapa syekh nggak nyari istri kayak Khadijah? Maksudnya kawin sama janda yg umurnya lbh tua 15 tahun. Gak suka yg peyot yah? Ehmmm….
Oktober 29, 2008 pukul 11:08 am
@Yusahrizal,
Mungkin nanti kali, kan katanya ngikutin kanjeng nabi.
@all,
Nggak usah sirik kale, nape juga ayam-ayam dipinggir jalan yang jual diri padahal usianya kurang dari 12 tahun kagak disewotin.
Mendingan dinikahin kan???
Mudah-mudahan aja si Syeh niatnya bener.
Oktober 29, 2008 pukul 11:10 am
kira-kira kedepannya banyak yang mengikuti jejak syekh Puji gak yah???
hei para lelaki, janganlah kamu minder. Masa kalah sama syekh puji??he3..
Oktober 29, 2008 pukul 11:57 am
ditikahi, menikahi artinya tanggungjawab nya dunia akhirat apa lagi rosululloh sayidina muhamad pernah melakukan ama yang lebih muda
ga perlu sewot githu.
mending kita basmi and ngurusin ayam ayam liar yang kadang bikin pusing aparat dan masyarakat yo
Oktober 29, 2008 pukul 11:59 am
niat awal yg baik klnjutannya akan baik pula. buat syekh, do the best z pokoknya yaa…………………
Oktober 29, 2008 pukul 12:23 pm
Hadits yang menceritakan bahwa Rasul Menikahi Aisyah masih patut dipertanyakan kesahihannya, karena beberapa hadits lain yang sama-sama sahih, saling bertolak belakang…
Jika tidak ada petunjuk lagi, seharusnya manusia menggunakan hati nuraninya…
HEI para lelaki, janganlah kamu kalah, hanya karena mengikuti hawa nafsumu saja….
Kok nulisnya jadi serius begini..he..he..he
Oktober 29, 2008 pukul 1:36 pm
DASAR LUFIANA ULFA…KEGANJENAN…
MASA SUKA MA BAPAK BAPAK SIHH???
TAW ORTUNYA YANG MAKSA DYA TUK NIKAHI ANAKNYA MA BAPAK2
TAW GY SI SYECH STRESS..CUMA NYARI SENSASI BUAT JADI TENAR…
JADI ARTISS AJA KALEE YA BUU…EH ATAU LEBIH PANTAS JADI MODEL…LENGGAK LENGGOk…
ea ea
Oktober 29, 2008 pukul 1:49 pm
yuk…rame2…ikuti jejaknya syeh puji…
jgn salah paham dulu…maksudnya senang beramalnya….
tapi jangan alaman(jw)….masa durian muda di plentong….hehehe…….
Oktober 29, 2008 pukul 1:51 pm
enak tenan….
bisa dapat perawan yang belum tau apa2, apalagi mengenai sex…
hebat deh Syekh Puji…
Oktober 29, 2008 pukul 2:09 pm
Untuk ukuran zaman sekarang ini, kasihan si gadis kecil yang udah dijadikan istri, apalagi disuruh urus perusahaannya ntar. Ap bisa yah? Soalnya udah pasti kan si gadis gak sekolah ampe tamat. Kalau zaman Rasulullah, Aisyah emang dianugrahi kecerdasan yang luar biasa oleh Allah SWT dan waktu itu kan gak ada disuruh urus perusahaan, heheheh…. Ntar salah2 perusahaan malah jadi bangkrut tuh.
Oktober 29, 2008 pukul 3:42 pm
pernyataan bisa terucap karena keterpaksaan atau kerelaan, but maybe yang pertama deh, naiff banget terlalu polos, usia nonton bokep aja 18 tahun, coba aja lihat di situs2 porno 18 tahun kan?
Oktober 29, 2008 pukul 3:53 pm
syeik memang tidak bohong!
nabi muhammad mengawini aisyah umur 9 th itu benar.!
karena hadist Sahih mengatakan itu.. baca hadist sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65
Oktober 29, 2008 pukul 5:36 pm
Hmmm.. cinta memang indah.. Tapi cinta yang paling indah adalah cinta kepadaNYA.. menjadikan landasan ini dan hanya ini sebagai acuan setiap gerak.. Cinta seorang suami kepada Istri akan menjadi berharga.. jika ia mampu menjadi suami yang baik, baik menurut takaranNYA..yang diambil dari landasan cinta kepadaNYA demikian juga sebaliknya.
Sayangnya.. takaran ini tidak mudah… tidak ada alat ukurnya.. tidak ada standratnya… sebaiknya urusan ini dikembalikakan pada sang Pemilik..
Kita doakan saja dengan tulus.. kebaikan dan barakah hingga kerelung dan sudut yang paling terpencil…
Oktober 29, 2008 pukul 6:57 pm
Tolak Ukur :
1. Hati nuranimu
2. Pantaskah
3. Bagaimana jika itu anda
4. Pamrihkah
5. Ikhlaskah
6. Siap mentalkah
7. Tentukan pilihan
8. http://iwanmalik.wordpress.com
Oktober 30, 2008 pukul 1:11 am
Gobloknya syeh puji!
apa yG dilakukan Rosul itu sebuah kekhususan dari Allah SWT. dan itupun hanya 1 istri yaitu aisyiah saja. Dan dalam sejarah /siroh sahabat,tidak ada para sahabat ra yg melakukan.
Anda syeh puji emang goblok. tak tahu agama membawa2 agama.
Dasar mantan sales sok….membawa2 agam.muak dech
Oktober 30, 2008 pukul 3:34 am
sebenarnya di iming”i apa ajj tuh bocah kecill…??
dia tuh belum tau apa”. jd jangan di jadikan aksi tipu2 dhh…
atau ajang pemanfaatan terhadap anak di bawah umurr..!
Dosa boss..
Oktober 30, 2008 pukul 3:34 am
ya sudahlah, klw dia salah, dia ini yang merugi
ngapain juga sih ngurusin orang lain. ngurus diri sendiri aja nggak bener.
Oktober 30, 2008 pukul 5:32 am
kyai kalo mo mengikuti sunnah nabi kenapa ga pake onta aja sekalian?ga usah naik mobil
Oktober 30, 2008 pukul 5:35 am
anda tau betapa susahnya mendidik anak putri jaman sekarang???
http://smpputri.wordpress.com
Oktober 30, 2008 pukul 7:19 am
kriteria seseorang jadi syehk ?
mungkin karena dia merasa kaya ya, gadis2 belia bisa dia ambil begitu saja jadi istri tanpa memikirkan kejiwaan anak tersebut. kasian ulfa, masih polos n lugu. kok tega orangtuanya mengijinkan anaknya menikah. sebaiknya pak puji menyekolahkan anak2 berprestasi tapi kurang mampu untuk kelak dijadikan karyawan dan meminpin perusahaannya tanpa pamrih. pola fikir mendidik anak kecil supaya kelak bisa dijadikan pengurus perusahaan dg cara dijadikan istri muda benar2 aneh…
Oktober 30, 2008 pukul 8:01 am
Nabi menikahi ‘Aisyah yg berumur 9 (ada yang bilang 7) tahun?…. hmm, coba baca di sini dulu:
==========================================
http://saifulelsaba.wordpress.com/
“USIA AISYAH KETIKA MENIKAH DENGAN RASULULLAH SAW”
Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan Rasulullah saw dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernha keberatan dengan pernikahan seperti ini, karean ini tak pernah terjadi sebagaimana isi beberapa riwayat.
Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak reliable. Pernyataan dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.
Oleh karena itu, tidak ada alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur’an menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.
==========================================
Sejarah Islam memang dipenuhi dengan mitos, dan tugas kita untuk meluruskannya.
Salam.
Oktober 30, 2008 pukul 8:33 am
beneran inih >?
Oktober 30, 2008 pukul 8:58 am
Mari, lanjutkan hidup ini dengan berlaku yang benar . Yo bicarakan yang lain aja . soal syeh Puji dan Ulfanya udah basi. mendingan pikiran bangsa ini mau kemana ? di krisis Global yang semakin Puyeeeeeeeng !
Oktober 30, 2008 pukul 10:47 am
memalukan umat islam..
Numpank nge-link. .
Oktober 30, 2008 pukul 10:51 am
cinta memang 5 huruf yang bikin pusing…
Oktober 30, 2008 pukul 11:00 am
cinta? ato dipaksa cinta? yang kasih pernyataan kan pak pujinya, to? pernah tanya ke ulfanya langsung? ya, tentunya jangan sampe ketauan pak puji. sapa tau dia takut, trus bilang cinta…
Oktober 30, 2008 pukul 11:28 am
moga” jangan terulang lagi deh kasian banget tuch anak ,kaya jaman jadul aja begituan.tapi klo dah mau sama mau mbok ya udah jaga anak keluarga masing masing gak usah pada berantem dong hehehehe
Oktober 30, 2008 pukul 1:00 pm
eh nambah 1 lagi donk syech, kalau memang mau ngikutin nabi, coba cari janda tua yang miskin trus di nikahi dan di nafkahi. gemana syech mau ga?? nah lho… hehehe…
Oktober 30, 2008 pukul 1:13 pm
menurutku syeh puji tu kurang waras
Oktober 30, 2008 pukul 2:21 pm
ah, pedofilia…
Oktober 30, 2008 pukul 3:33 pm
Itu urusan pak puji sendiri, Mendingan kita urusin masalah kita sendiri,Lagian kita harus punya prinsip agama Lakum di nukum waliadin,walaupun sesama islam, jaman sekarang kiai,ulama,atau apalah namanya gak harus diikuti,kerena kita punya hati dan pikiran yang dikasih tuhan untuk menilai benar atau salah,Karena hakekat kiai dll adalah manusia biasa yang minta dihormati dgn gelarnya, padahal siapa dia,?..tidak lebih dari tulang berbungkus daging yang diturunkan ke muka bumi ini,..Jadi jangan bawa-bawa embel-embel agama om…jenggot
Oktober 30, 2008 pukul 10:19 pm
Katanya ulfa sudah mo diceraikan kok, setelah Kak seto datang ke mBedono, ambarawa rumah syech puji, dengan kompensasi urusan dengan pihak yg berwajib dianggap damai
Win-win solution kali ye…
Oktober 31, 2008 pukul 1:07 am
KALO MO NGIKUTIN SUNNAH NABI UTAMAIN DONK NIKAHIN JANDA YANG SUDAH LANJUT, SUBHANALLAH BAYANGIN AJA HAMPIR SEBAGIAN BESAR ISTRI2 NABI SETELAHNYA ADL JANDA2
NABI MUHAMMAD BUKANLAH SEORANG PEDOFIL,
INI FITNAH YANG SANGAT KEJI,
SITI A’ISYAH DINIKAHI BELIAU SAAT UMUR 17 TAHUN,
SAYA ULANGI UMUR 17TAHUN,
PENDAPAT YANG MENGATAKAN BAHWA UMUR SITI A’ISYAH SAAT DINIKAHI BELIAU SAW ADL UMU 6/9/12 TAHUN,ADALAH FIIIIIIIIIIIIIIIIIIIITNAAAAAAAAAAAAAAAAAH, BAHKAN BUKAN BERASAL DARI HADIST/PERKATAAN NABI SENDIRI, BUKTI2 YANG MNGUATKAN AKAN DITAMPILKAN BEBERAPA WAKTU LAGI,SEDANG DIKETIK
TAMBAHAN LAGI BELIAU SAW BARU BERUMAH TINGGAL BERSAMA SITI A’ISYAH SETELAH UMUR 19 TAHUN, SAYA ULAGI 19 TAHUN
TAMBAHAN LAGI PENDAPAT KALAU SITI KHADIJAH DINIKAHI UMUR 40 TAHUNAN ADALAH FITNAHHHHHHHHHHHHHHHHHHH,
YANG BENAR ADL BELIAU SAW MENIKAH DNG SITI KHADIJAH, KEDUANYA ITU SEUMUR 25TAHUN, SAYA ULANGI SEMUMUR 25TAHUN
Oktober 31, 2008 pukul 6:12 am
belum cukup islam dihujat isu teroris,masih ditambah lg dgn yg beginian.ngikutin sunnah rosul kok kawinnya aja?pilih yg enak?dasar pedophilia!Rasulullah itu org pilihan,bkn mantan sales kayak si puji sial itu.coba kalo dia sendiri punya anak seusia ulfa,dikasi gak kalo ada yg mo nikahin?mikir gak dampak psikologis anak umur segitu tidur ma org tua jelek yg lbh tua dr bapaknya sendiri?ngomong soal agama,bikin jijay aja!dasar tua bangka kegatelan!!!
Oktober 31, 2008 pukul 7:42 am
Alhamdulilah saya udah nikah ama teman sekampus
Oktober 31, 2008 pukul 8:40 am
Menanggapi judul diatas : Apa iya anak perempuan sekecil itu ‘bisa ngomong’ “aku cinta Syech Puji” sama laki-laki umur 40 taun lebih ? Bisa-bisanya Syech Puji aja kali ya.
Menikah sih halal, juga ga ada aturan nikah musti umur berapa (dlm Islam), yang ada boleh nikah kalo udah dewasa. Si Ulfa udah dewasa belum, ya syech?
Oktober 31, 2008 pukul 11:15 am
Ya, terjadinya pro kontra dimasyarakat karena di Indonesia tidak mengikuti syariat Islam, kalau iya hanya kulitnya aja, kenapa orang pada ngomongin yang mesti nggak perlu, mendingan belajar dulu, kalau ada PSK, maksiat dimana-mana, pornografi dan aksi, kenapa nggak diungkap, ngapain ngurusin Pak Pujiono, dia manusia biasa seperti kalian-yang tentu punya sifat salah, kalau mau ngasih saran datangi aja beliau, kasih nasehat yang bener. Teruskan perjuanganmu Pak Puji.
Orang Indonesia memang aneh, orang yang mau berbuat baik dianggap nyeleneh, yang berbuat maksiat didiemin. Yah memang dunia sudah saatnya -datang yang namanya- generasi al ghuroba’ (generasi terasing). Kalau anda mau silakan ikuti, kalau nggak mau jangan cari salahnya doang, but carilah solusinya, itulah yang lebih baik. Kalau kurang puas cobalah kontak dengan beliau mungkin beliau punya alasan yang kuat dan perlu menunjukkan dalil-dalilnya, sehingga anda semua bisa belajar darinya.
Oktober 31, 2008 pukul 2:16 pm
Ya ALLAH…
kasian bget ya ulfa..padahal seumuran aq tuh…
aqu sih ogah2 bgt nikah ama bapak2…
hiii seremmm….
masi perawan ga ya????????(hehehe)
Oktober 31, 2008 pukul 3:05 pm
Sebenernya ada apa dibalik kontrofersi masalah perkawinan Syeh Puji dengan Ulfa?……………wong dia menikah atas dasar suka sama suka. kalau aturan hukum melarang berarti hukumnya yang melanggar hak asasi manusia menurut hukum Islam.
Oktober 31, 2008 pukul 8:34 pm
kasihan ulfanya. sepertinya dia terpaksa (kalo melihat fotonya bersama “syekh” itu).
November 1, 2008 pukul 3:05 am
Giliran yang sah menikah di permasalahkan, sedangkan mereka yang kumpul kebo dibiarkan heheheh!!!
November 1, 2008 pukul 3:06 am
fedofilia adalah kejahatan, meski berkedok agama
November 1, 2008 pukul 4:37 am
Menurut UU No 1 thn 74 usia wanita yang akaan menikah minimal 16 tahun. Usia pernikahan dibawah itu diperbolehkan atas izin orang tua dan disetujui KUA/pengadilan Agama.
Berapa tahun usia pernikahan menurut islam.
syaratnya akil baligh
dan tentunya sesuai dengan ayat Al Qur’an:
Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kimpoi. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. ??
(Qs. 4:6)
Yang jelas usia pernikahan aisyah dengan nabi muhammad yang menyebutkan umurnya 9 tahun itulah adalah lemah (mitos). Sehingga hal ini tidak bisa dijadikan dasar.
wassalam
November 1, 2008 pukul 1:19 pm
Orang indonesia emang gampangan bilang syekh, haji, kyai ato segala embel2 kehormatan yang sebenarnya untuk mempunyai embel2 tersebut ada tanggung jawab moral yang besar.
Sepengetahuan saya seseorang dipanggil alim ulama atau syekh, kriterianya tidak mudah. HARUS HAPAL ALQUR’AN, HAPAL HADITS SEBANYAK ALQUR’AN DAN MENJAGA AKHLAK YANG BAIK, JANGANKAN MENDEKATI YANG HARAM YANG SUBHAT (ragu-ragu) AJA GAK PERNAH, TIDAK PERNAH MENONJOLKAN DIRI BAHKAN TIDAK ADA YANG TAU BAHWA DIA ITU SEORANG ALIM ULAMA, itu baru beberapa masih banyak syarat yang lain. Sebenarnya kalo menurut saya si puji itu bukanlah syekh, tapi opini masyarakat udah terbentuk bahwa yang dilakukan puji itu adalah perbuatan syekh jadi menjelekkan nama Islam dimata orang Islam dan tentu dimata umat yang lainnya.
November 1, 2008 pukul 2:38 pm
ciri khas masyarakat Indonesia..SUKA BANGET NGOMONGIN ORANG!!!
November 2, 2008 pukul 3:57 am
yang jelas ia terkenal kayak artis sekarang syeh puji mumet ngadapi pengadilan
November 2, 2008 pukul 4:06 am
kalau dipikir-pikir sich syeh puji suka ma yang muda – muda, mungkin kalau ma yang sudah pengalaman syeh puji tidak bisa, nah kalau ma yang muda bisa mengajarin luar dalam.
Kalau syeh puji emank orang yang mengerti hukum dunia dan akhirat pastinya di akan menyeimbangkannya. maklum banyak duit sich. Kalo mengenai mengenai PSK itu menurut saya sedikiit lebih baik, karena yang mereka tawarkan adalah tubuh mereka yang notabena adalah pemberian tuhan, tidak mengambil hak orang lain, coba dibandingkan dengan koruptor, menyengsarkan banyak orang, please dech jangan ngebandingin PSK,AYAM LIAR atau apapun namanya dnegan kasus yang dialami syeh puji, PSK, AYAM liar juga manusia, mereka begitu karena hak dan harta mereka di kurupsi tuch
November 2, 2008 pukul 4:31 am
lihat berita2 kok pada sinis ya sama puji..apalagi di tv beritanya kagak objektif isinya menyudutkan puji,.dikampung2 tuh banyak anak lulus sd trus kawin, dan aman2 sj malah lebih produktif..kl ulfa mau kenapa pada kepanasan..
November 2, 2008 pukul 6:00 am
ampun deh…aku aja mau kok. Sayang aku kurang ganteng alias Cu-Mi…( Cuuucah Mingkemmm)
November 2, 2008 pukul 7:56 am
Alhamdulillah saya udah nikah n udah punya 1 jagoan kecil hehehe…
November 2, 2008 pukul 2:54 pm
Biasanya, yang ditiru pasti yg kelihatannya enak. Mestinya dia meniru Nabi yg menikahi janda karena tujuannya memang untuk menolong dan melindungi perempuan.
November 2, 2008 pukul 3:59 pm
tuh anak kok mau ya, kalo aku jadi anak itu aku ga mo kawin ma syekh puji lho.
kan aku cowo gyahahaha
November 3, 2008 pukul 6:57 am
Kasihan ya sama Ulfa, lagi menggebu-gebu cintanya dgn Om Puji, kok disuruh cerai oleh Kak Seto. Jadi Janda bau Kencur deh nanti.
November 3, 2008 pukul 6:58 am
setuju dengan bunyu…
http://purezilla.wordpress.com
November 3, 2008 pukul 9:28 am
kalo yang model gini, laki mana yang bisa nolak, Ulfa memang dahsyat…….
……hidup Khalid bin Walid R.A……!!!!!!
November 3, 2008 pukul 9:34 am
kedahsyatan ulfa,jandanya syekh puji mengalahkan widyawati,jandanya sophan sophiaan……..
hidup PERSIB………!!!!!!!!!!
November 3, 2008 pukul 11:05 am
Wah.. Wah.. Om Puji
Jangan bawa2 nama nabi dong kalo ingin cari sensasi.. Hati2 nanti jatuh ke fitnah.. Masa ngaku syekh fitnah nabi..? Kita semua tidak ada yang tahu berapa sebenarnya usia aisyah ketika menikah dengan nabi.
November 4, 2008 pukul 2:11 am
ternyata masih ramai bergosip….saya kira mungkin karena kaya pak puji bersikap semau gue n kontroversial spt itu. kalau dia miskin saya yakin pak puji nggak bakal punya keberanian aneh nyeleneh begitu. anak gadis n orang tuanyapun pasti nggak mungkin mau dinikahi n merelakan anak gadisnya itu. asal tau saja, pak puji maupun orangtua ulfa kekayaan bukanlah segala2nya, gunakan akal fikiran dan hatinurani…
November 6, 2008 pukul 7:49 am
YANG SUDAH TERJADI BIARLAH BERLALU. yang belum terjadi marilah kita mengikuti jejaknya.
gilaaaaaaaaa
ngakak gw bro!!!
btw,ga usa di urusin lah orang itu
EMANG CEWEKNYA MATRE
makanya dia cinta sama si tua bangka itu
DIA GA TAU KEK MANA NANTI KLO DIA UDA tua nasibnya kek mana
ckckck masi kecil2 dah sok tau “CINTA” payah tuh anak
November 6, 2008 pukul 2:27 pm
Setuju dengan Syaikh Puji karena dasarnya Al Hadits. Yang nolak, dasarnya ga tau tuch. Manusia hanya tau yang dikatakan saja, Ulfa mengatakan cinta ya tidak usah ada prasangka lain seperti matre atau apalah. Karena prasangka itu bukanlah kebenaran. Memang susah kalo yang satu dasarnya agama yang lainnya cuma akalnya sendiri. Nggak ketemu.
Syaikh Puji Tidak Bersalah Tetapi Ulfa Tertekan Karena Disuruh Cerai
November 10, 2008 pukul 9:26 am
Dasar cinta monyet…..
November 10, 2008 pukul 12:36 pm
aku bilang cinta sama syekh puji…abis dikasih permen…terus dia janjiin emakku juga bakal dikasih permen juga, jadi aku tetep cinta aja dech.
November 28, 2008 pukul 10:50 am
SEKS PUJI LAKNAT, JAHANAM……
Ko’ ada lah orang Islam sperti Laknat ini.
seharusnya jadi panutan baik, malah jadi setan.
Dari mana gelarna dia dapat ya…..
Apa gak tau dia apa arti Syeik itu ya….
Penegak hukum harus menangani/proses orang laknat sperti ini. Jangan kejadian ini terlupakan begitu saja. Jangan karne dia kaya bisa nyogok kasus ini tidak diproses secara hukum.