Nikmatnya menjadi Guru laki-laki di Jepang

Diberitakan bahwa pemerintahan metropolitan Tokyo harus membayar ganti rugi kepada seorang pensiunan guru berusia 60 tahun sebesar 2 juta yen atau 250 juta rupiah.

Perintah hakim Hiroshi Watanabe ini dikeluarkan karena pemerintah Tokyo menolak permohonan bekerja pascapensiun dari si guru.

Permasalahannya adalah si guru menolak berdiri saat lagu kebangsaan Kimigayo dikumandangkan dan menghormati kaisar saat upacara kelulusan.

Padahal banyak guru di Jepang menolak berdiri karena menilai lagu kebangsaan dan kaisar Jepang dikenal sebagai pencetus Perang Dunia II.

Sponsor :

Anda ingin kaya sekaligus bermanfaat bagi orang banyak? Yuk bisnis bersama

.

Iklan

Satu Tanggapan to “Nikmatnya menjadi Guru laki-laki di Jepang”

  1. yusahrizal Says:

    Lha? apa hubungannya dengan laki-laki? Apa karena dia guru laki-laki, permohonannya dikabulkan hakim?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: