Polda Metro Jaya dikritik tentang penangkapan preman

Diberitakan bahwa Polda Metro Jaya dinilai mulai ceroboh menggelar operasi preman. Hasil menjadi kurang efektif karena kegiatan intelijen lemah.

Sebaiknya, sebelum menggelar operasi, polisi sudah mendapat masukan dari tenaga intelijen sehingga tidak terjadi salah tangkap atau penangkapan terhadap warga yang baru terindikasi preman karena laporan satu-dua orang saja.

Jaring harus digunakan untuk menangkap preman yang sudah pada tingkat meresahkan. Target dan sasarannya pun harus disesuaikan dengan kapasitas jaringnya.

Direktur Reskrimum Komisaris Besar Muhammad Iriawan menegaskan bahwa polisi menangkap mereka karena ada laporan warga yang menganggap kehadiran mereka sudah sampai tahap meresahkan.

Sponsor :

Anda ingin kaya sekaligus bermanfaat bagi orang banyak? Yuk bisnis bersama

.

Iklan

2 Tanggapan to “Polda Metro Jaya dikritik tentang penangkapan preman”

  1. Udangbakar Says:

    makanya tuh jangan asal tangkap…

  2. YaNoWa Says:

    wkwkwkw…makanya polisi itu sebenernya cuman berani keroyokan n main pistol,kalo ga pake pistol paling polisi kalah sama preman…atau polisi cuman ngandelinn pistol yang di bawah yah…wkwkw


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: