Butuh Kesabaran Untuk Jadi Juara : Ancelotti

LONDON, Carlo Ancelotti “Pelatih Chelsea” menegaskan bahwa untuk menjadi sang juara, sebuah tim tidak boleh terburu-buru dalam mengambil tindakan. Apa pun hasilnya, ia ingin bersabar karena jalan menuju sukses selalu mengalami proses.

Ancelotti mengalami sendiri bagaimana seorang pelatih harus ulet membangun kekuatan tim. Ketika ia ditunjuk untuk melatih di AC Milan pada akhir tahun 2001, “I Rossoneri” tidak langsung menjadi juara di musim itu. Namun, setahun kemudian, Milan berhasil meraih sukses secara bertahap. Diawali dengan juara Coppa Italia di tahun 2003, juara Serie A tahun 2004, dan Ancelotti meraih puncak kesuksesan dengan mempersembahkan gelar Liga Champions di tahun 2007, juara Piala Super UEFA dan juara dunia antar klub pada tahun yang sama pula.

Don Carletto, demikian nama panggilan nya, ia mengungkapkan bahwa dia harus bersabar untuk menggapai semua prestasi itu. Karena kesabaran seperti itu sudah mendarah daging dalam hidupnya. Sejak kecil ia membantu ayahnya memerah sapi dan memproduksi keju Parmesan dan menebang pohon di sebuah peternakan. Untuk membuat keju yang baik, katanya, memerlukan waktu hingga satu tahun. “Peternakan mengajarkan saya sebuah pelajaran besar: menunggu dan bersabar,” ungkapnya.

Prinsip itulah yang hendak ia terapkan dalam sepak bola di tim mana pun yang ia latih. Jika di Milan ia dapat menjalankannya dengan baik, di Chelsea pun ia harap bisa demikian.

“Saya tidak pernah suka mengatakan saya ingin menang, tapi saya punya indera bagus soal itu,” katanya seperti dikutip The Times.

“Anda menanam hari ini dan memetik hasilnya satu atau dua tahun kemudian. Inilah filosofi saya dalam sepak bola, itulah gaya saya, cara hidup saya. Anda tidak boleh cemas soal hasilnya, jika Anda bekerja baik, (gelar) itu akan datang,” ungkap penggemar grup musik ABBA dan Queen itu.

Pernyataan Ancelotti seolah ingin mengetuk hati pemilik “The Blues”, Roman Abramovich, tentang bagaimana perlunya menantikan buah manis sebuah proses pembentukan karakter bermain bola. Selama ini Abramovich sering mendapat kritik karena ia gampang mengganti pelatih jika timnya gagal meraih kesuksesan. Pelatih yang menjadi “korban” terakhirnya adalah Luiz Felipe Scolari, yang mengantar Brasil juara dunia 2002. Pelatih berjuluk “The Big Phil” itu hanya tujuh bulan menangani “The Pensioners” sebelum digantikan oleh Guus Hiddink.

Sponsor :

Anda ingin mengapai kesuksesan lebih sekaligus memajukan bangsa ? Bergabunglah bersama bisnis warnet kami yang telah mendapatkan penghargaan tingkat nasional Wirausah Muda Mandiri. Balik modal satu tahun serta garansi 100% modal kembali !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: